
Siapa yang tidak kenal dengan Sylvester Stallone? Tidak disangkal lagi, dia adalah salah seorang aktor yang mendapatkan bayaran tertinggi Di Hollywwood. Tapi apakah dia terlahir untuk menjadi seorang bintang? Let's find out then.
Sly kecil terlahir di New York dengan kekurangan pada saraf wajah, dikarenakan malpraktek dari dokter yang membantu kelahirannya. Ia mengalami paralisys, yaitu kelumpuhan total pada sebagian otot-otot wajahnya yang mengakibatkan ia mengalami kelumpuhan pada lidah, dagu dan rahang yang membuat ia susah untuk berbicara normal dan penurunan pada bibir bawah.
Terlepas dari kekurangannya itu, Stallone selalu terinspirasi untuk menjadi aktor. Tidak hanya sekedar terinspirasi tapi dia juga menginginkannya sejak ia kecil. To be a movie star. Memulai belajar aktingnya ketika bersekolah di pinggiran Philadelphia dan kemudian ia nekat menghabiskan 2 tahun bersekolah di American College Of Switzerland di Jenewa.
Ketika kembali ke Amerika, Sly meneruskan kuliahnya di University of Miami mengambil jurusan drama dan mulai mencoba untuk menulis naskah. Pada akhirnya ia meninggalkan bangku kuliah untuk mengejar impiannya. Di tahun 1973 ia mengikuti hampir semua audisi tapi selalu berakhir gagal. Sambil menunggu panggilan, ia seringkali menulis berbagai macam naskah film.
Sampai pada akhirnya Sly mendapatkan peran pertamanya di sebuah film berjudul Party at Kitty' and Studs, yang akhirnya berganti judul menjadi The Italian Stallion. Dimana dalam film ini ia hanya mendapatkan bayaran sebesar 200 dollar selama 2 hari shooting. Tapi dari film ini, namanya mulai dikenal.
Keinginan kuat Sly untuk menemukan Lentera Jiwanya begitu kuat dan mengalahkan segalanya. Bahkan ia sempat menjual anjingnya dengan harga 50 dollar demi bertahan hidup sampai ia mendapatkan semua mimpi-mimpinya.
Ketika dalam ketiadaan dana tersebut, pada akhirnya ia mendapatkan inspirasi untuk menulis naskah film dari pertandingan tinju yang ditontonnya antara Muhammad Ali dengan Chuck Wepner. Dimana seorang petinju ‘underdog` seperti Chuck yang diperkirakan akan jatuh pada ronde ke 3 malah bisa bertahan sampai ronde ke 15! Dengan ide inilah terlahir skrip film yang dibuatnya selama 3 hari yang melahirkan skrip tentang Rocky.
Jangan dikira Sly akan sukses menawarkan naskah filmnya itu. Berkali-kali ia ditolak, tapi tetap ia tidak menyerah. Sampai pada akhirnya ada sebuah perusahaan film yang tertarik dengan naskahnya dan menawarkan US$75,000 sekaligus untuk mendapatkan royalti pembuatan film tersebut.
Dengan uang sebanyak itu, siapa yang tidak tergiur? Tapi ternyata Sly tidak langsung menyerahkan naskahnya begitu saja. Ia malah mengajukan satu syarat mutlak bahwa naskah tersebut hanya akan ia jual apabila ia sendiri yang akan menjadi aktor utamanya. Sesuai dengan Lentera Jiwa Stallone selama ini. Dengan kondisi paralisys Sly, tentu saja pihak perusahaan berpikir keras untuk tidak memakai Sly sebagai peran utama.
Tapi Sly tetap berkeras. Dan akhirnya dari hasil perundingan yang alot, perusahaan film tersebut menyerah dengan penawaran Sly tapi dengan sistem pembayaran yang berbeda. Stallone hanya akan dibayar untuk naslah filmnya sebesar setengah dari penawaran pertama, yaitu US$35,000, dan sebagai aktor ia hanya dibayar dari uang hasil pemutaran film tersebut.
Diluar dugaan, ketika film Rocky pertama di putar ternyata menjadi box office ! Menghasilkan lebih dari US$171 juta dan bahkan mendapatkan Academy Award untuk Best Picture pada tahun 1976. Yang lebih mengejutkan lagi, Stallone sendiri memenangkan Award untuk Best Actor ! Sejak itulah, nama Stallone langsung meroket.
Akhirnya, Stallone berhasil mewujudkan impiannya untuk menjadi aktor dengan segala perjuangannya. Lentera Jiwa yang ia kejar selama ini. Bahkan sekarang ia juga menjadi pengusaha sukses bersama rekan-rekannya seperti Bruce Willis dan Arnold Shchwazeneger mendirikan Planet Hollywood.
Stallone pernah berkata, "I believe there's an inner power that makes winners or losers. And the winners are the ones who really listen to the truth of their hearts." Dan semoga saja kita semua bisa lebih mendengarkan apa kata hati kita yang sesungguhnya untuk menjadi seorang pemenang. [dr.m]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar